Friday, December 28, 2018

Pelajaran dari Bencana


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Agus Sopian

Ada suka, ada pula duka. Kebahagiaan terkadang berselang dengan kesedihan. Kehidupan berganti dengan kematian. Bencana datang tiba-tiba, di luar prediksi manusia. Tsunami menimpa saudara kita, tak sedikit korban jiwa dan luka-luka. Musi bah seperti tidak berhenti, datang silih berganti di penjuru negeri.

Ketahuilah bahwasanya tidak terjadi sesuatu apa pun, kecuali Allah yang menghendakinya. Allah SWT berfirman, "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah," (QS al-Hadid: 22).

Dunia tiada lain merupakan panggung ujian dan cobaan. Ber bagai cobaan datang dari Allah untuk menguji keimanan kita. Kehi dupan dan kematian diciptakan untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya (QS al-Mulk: 2).

Orang-orang yang beruntung di dunia adalah mereka yang mau bersabar dan ridha dengan apa yang ditetapkan untuknya. Nabi SAW bersabda, "Orang yang bisa merasakan nikmatnya iman adalah orang yang ridha Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasulnya," (HR Muslim dan Tirmidzi).

Ketika Allah mendatangkan suatu bencana, terdapat banyak pelajaran (ibrah) dan manfaat kebaikan. Manfaat-manfaat itu ada yang tersurat dan tampak secara nyata, tetapi ada juga yang tersirat, tidak tampak secara kasat mata.

Pertama, sebagai pendidikan bagi orang-orang yang beriman, memuluskan jalan mereka menuju kebahagiaan akhirat, dan mem bersihkan hati. Dengan ujian itu, jiwanya menjadi semakin matang. Kedua, menunjukkan kekuasaan Allah dan sebagai peringatan yang mengajak manusia untuk kembali mendekat kepada-Nya.

Ketiga, menghadirkan keikhlasan dan keridhaan di dalam diri kita saat berdoa dan menghadirkan kekuatan tambahan dalam menyerahkan segala upaya dan urusan hanya kepada Allah. Tak hanya itu, ujian-Nya juga akan menjadikan kita semakin kuat ber lindung kepada-Nya dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT.

Keempat, untuk membersihkan noda-noda dosa dan kesalahan, mengangkat derajat manusia ke tempat yang lebih tinggi, yaitu surga. Bahkan, ke derajat yang lebih tinggi, yaitu ridha Allah SWT. " Kelima, untuk membedakan antara manusia yang baik dan manusia yang tidak baik. "Di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi. Jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu. Tapi jika ia ditimpa suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang nyata," (QS al-Hajj: 11).

Keenam, membangunkan orang-orang yang tertimpa bencana itu dari kelalaian dan supaya memperbaiki jiwa mereka. Ketujuh, menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara sesama untuk saling membantu mereka yang terkena bencana. Wallahu a'lam.

Thursday, December 27, 2018

Waktu Adalah Helaan Napas yang tak Akan Terulang


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Waktu adalah ciptaan Allah SWT yang dihadiahkan kepada manusia untuk dipakai dengan baik dan mulia. Waktu begitu penting sehingga Allah berkali-kali bersumpah atas nama ciptaannya yang bernama Waktu. Di antaranya : 
  • Waktu Fajar (sumpah Allah dalam QS al-Fajr :1-4)
  • Waktu Subuh ( QS al- Mudatsir:34 dan at-Takwir: 18)
  • Waktu Dhuha ( QS ad-Dhuha: 1)
  • Waktu Siang (QS asy-Syams: 3 dan al-Lail: 2)
  • Waktu Ashr (QS al-Ashr: 1)
  • Waktu Malam (QS al-Lail:1-2, al-Insyiqaq:17, dan al-mudatsir: 33-34)
  • Waktu Kiamat (QS al-Qiyamah: 1-2)

Menurut pendakwah Habib A Rahman al-Habsy, para ulama sepakat bahwa jika Allah SWT bersumpah dengan sesuatu, maka sumpah itu dimaksudkan untuk menarik perhatian bagi makhluk-Nya dan mengingatkan mereka akan keagungan dan arti yang besar dalam sesuatu yang Allah jadikan sumpah tersebut. 

“Dan sudah sepatutnya kita menaruh perhatian akan waktu. Bahkan di Hari Perhitungan nanti salah satu yang akan dihisab oleh Allah adalah waktu," kata dia, Kamis (27/12). 

Habib mengutip hadis dari Ibnu Mas’ud RA bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabbnya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya bagaimana ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” 

Dalam hadis tersebut, kata Habib, Rasulullah mengabarkan kelak di hari kiamat setiap bani Adam (manusia) akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT mengenai lima perkara, di antaranya adalah tentang umurnya,  yang tentunya erat kaitannya dengan waktu. 

“Kelak waktu yang kita terima haruslah dipertanggungjawabkan penggunaanya. Sudah sepatutnya kita melakukan muhasabah diri (Perenungan), mengenai jejak baik apa saja yang telah kita lakukan sampai saat ini.  Kesalehan apa saja yang sudah kita lakukan di punggung buminya Sang Pencipta?? Apakah niat-niat yang pernah kita ucapkan dengan serius pada saat memasuki 2018 lalu sudah kita laksanakan? Ataukah sekadar koleksi niat?," kata Habib.

Pahamilah, kata Habib A Rahman, waktu itu adalah helaan napas yang tak akan terulang kembali. Setiap penyelasan akan datang setelah waktu telah berlalu dan semua yang merasakan penyesalan akan selalu berharap agar waktu itu kerap kembali lagi. 

Habib menegaskan waktu adalah kehidupan. Kehidupan manusia tidak lain adalah waktu yang ia lewati dari saat lahir sampai dia meninggal. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Dia akan pergi selamanya dengan segala kenangannya: baik kenangan yang penuh penyesalan atau kebahagiaan. 

"Melakukan muhasabah dipengujung tahun masehi ini guna meredam kebiasaan-kebiasaan negatif sebagian orang yang mengisi pengujung tahun dengan berpesta foya,  musik dan tarian,  maksiat, dan lainnya yang akhirnya melahirkan banyak kemudharatan dan mengundang murka Sang Pencipta," katanya.

Mengubah Musibah Menjadi Berkah


REPUBLIKA.CO.ID, OLEH Imam Nur Suharno

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA yang telah men ceritakan bahwa anak Abu Thalhah RA menderita sakit keras. Ketika Abu Thalhah keluar rumah, anaknya itu meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah pulang, ia bertanya kepada istrinya, Ummu Sulaim, "Bagaimana keadaan anakku?" Ummu Sulaim, ibu si anak tersebut menjawab, "Ke ada annya sekarang sangat tenang."

Selanjutnya, Ummu Sulaim menyajikan makan malam kepada suaminya, dan suaminya menyantapnya. Sesudah itu, ia melakukan hubungan suami istri dengannya. Setelah se galanya usai, Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, "Anak kita sudah dikebumikan."Singkatnya, pada pagi harinya, Abu Thalhah datang kepa da Rasulullah SAW dan menceritakan hal itu kepadanya, ma ka Rasulullah bertanya, "Apakah tadi malam kalian berse tubuh?" Abu Thalhah menjawab, "Ya." Rasulullah berdoa, "Ya Allah, berkatilah keduanya."

Beberapa waktu kemudian, Ummu Sulaim melahirkan seorang anak laki-laki dan Abu Thalhah berkata kepadanya, "Aku akan membawanya kepada Nabi SAW." Dan Abu Thalhah membawa beberapa buah biji kurma. Nabi SAW bertanya, "Adakah dibawakan sesuatu untuknya?" Abu Thalhah menjawab, "Ya, beberapa butir kurma."

Nabi SAW pun mengambil kurma itu dan mengunyahnya. Sesudah itu, Nabi mengeluarkan lagi kurma tersebut dari mulutnya dan memasukkannya ke dalam mulut bayi untuk mentahniahnya dan memberinya nama Abdullah.

Kisah di atas memberikan pelajaran kepada kita, kaum Muslimin. Musibah yang menimpa bila disikapi dengan bijak dan ikhlas maka akan mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan hidup di dunia, dan di akhirat masuk surga. Karena ridha Allah kepada kita yang senantiasa ridha dan ikhlas menerima setiap ujian yang ditimpakan kepada kita.

Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya besarnya pahala bergantung besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridha maka mereka akan mendapatkan keridhaan Allah. Dan siapa yang murka (tidak ridha) maka akan mendapatkan murka Allah," (HR Tir mi dzi).

Selain diberikan keberkahan hidup, bagi yang ridha dan ikhlas menerima ujian maka ditinggikan derajatnya. Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya seseorang benar-benar me mi liki kedudukan di sisi Allah, tapi tidak ada satu amal yang bisa mengantarkannya ke sana. Maka itu, Allah se nan tiasa mengujinya dengan sesuatu yang tidak disukainya sehingga dia bisa sampai pada kedudukan yang dikehendaki oleh Allah." Semoga Allah memberikan kesabaran kepada kita menerima musibah yang terjadi, diberikan solusi dan jalan keluar. Sehingga, di balik musibah itu ada keberkahan dalam hidup. Aamin.

Thursday, July 5, 2018

Bom Guncang Pasuruan, Warga Mendengar 4 Kali Suara Ledakan. Begini Kronologinya Menurut Saksi


Empat bom meledak di Kelurahan Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan. Rumah yang menjadi lokasi ledakan merupakan kontrakan yang dihuni Anwar, warga asal Aceh.

"Rumah itu milik Saprani, tapi dikontrakkan. Yang ngontrak namanya Anwar, warga Aceh," kata Camat Bangil Rahmat Syarifudin kepada detikcom di lokasi, Kamis (5/7/2018).

Rahmat mengatakan Anwar sudah dua tahun mengontrak atau tinggal di rumah itu. Anwar lah yang diduga membawa bom yang akhirnya meledak tersebut.


Suara ledakan keras mengagetkan warga Kelurahan Pogar, Bangil, Pasuruan. Suara ledakan itu bahkan terdengar hingga radius 500 meter.

Ledakan pertama didengar warga sekitar pukul 11.30 WIB. Selanjutnya, disusul suara ledakan kedua hingga ketiga.

Dugaan sementara, ledakan tersebut diduga berasal dari bom. Dari pengamatan detikcom di lokasi, puluhan polisi dan TNI terlihat berjaga di lokasi. Petugas melakukan sterilisasi sejauh 100 meter dari lokasi ledakan.

Kesaksian Warga: Ledakan di Pasuruan Juga Lukai Pembawa Bom

 Ledakan yang mengguncang Kelurahan Pogar, Bangil, Pasuruan melukai orang yang diduga pemilik bom. Orang yang membawa bom diketahui adalah Anwar, warga asli Aceh yang mengontrak rumah milik Sapran.
"Setelah ledakan pertama terjadi, warga menuju ke rumah itu. Saat warga sudah berkumpul, Anwar keluar dan hendak kabur, tapi dia masih bawa bom di tas yang dibawanya," ujar Firman Andrei (35), kepada detikcom, Kamis (5/7/2018).

Saat hendak kabur itulah bom yang dibawa Anwar meledak. Ada tiga bom yang meledak di halaman rumah karena terdengar tiga kali ledakan. Ledakan itu melukai kepala dan wajah Anwar.

"Namun Anwar berhasil kabur meski terluka. Kaburnya pakai motor, tasnya yang berisi bom itu juga masih dibawa" kata Firman. 


Firman, yang rumahnya berdekatan dengan lokasi bom meledak mengaku tidak begitu mengenal penghuni rumah. Menurutnya, penghuni rumah tidak pernah bersosialisasi dengan warga setempat.

"Ledakan kedua sampai keempat terjadi di halaman rumah itu. Mungkin bom itu dibawa keluar setelah bom pertama meledak di dalam rumah," jelas Firman.


Firman mengaku, saat itu dia melihat seorang penghuni rumah membawa benda yang diduga bom ke halaman rumah. Dan di halam rumah itu, terjadi 3 kali ledakan susulan.

Bahkan menurut Firman, suara ledakan tersebut sampai terdengar hingga radius 500 meter.

Polisi saat ini sudah berada di lokasi ledakan. Garis polisi dibentangkan dengan radius 100 meter dari lokasi ledakan.

Wednesday, July 4, 2018

Breaking News, Janda Ahok Veronica Tan Akan Segera Dinikahi Oleh Pengusaha Muda, Sukses & Tampan


PENGUSAHA, Sam Aliano, yang menyatakan diri ingin menjadi Calon Presiden (Capres), resmi menggelar sayembara mencari istri.

Sayembara itu dimulai Rabu (4/7/2018) hingga akhir bulan ini.

Dia ingin mencari sosok istri pendamping hidup sekaligus untuk dijadikan calon ibu negara.


 Meski belum menemukan perempuan yang diidamkan, Sam telah menyiapkan mahar emas seberat satu kilogram dan berlian.

Emas dan berlian itu akan dijadikan sebagai mahar kepada calon istrinya dan sekaligus untuk menunjukkan  keseriusannya maju dalam Pemilihan Presiden 2019.

Sebelumnya, pada Selasa (3/7/2018), saat ditanya awak media saat dirinya menggelar jumpa pers, Sam mendambakan sosok perempuan seperti mantan istri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Veronica Tan.

Apa alasan Sam mendambakan Veronica Tan untuk menjadi pendampingnya?

Saat dihubungi melalui aplikasi pesan, Rabu pagi, menurutnya Veronica memiliki pola pikir yang cerdas, dewasa, dan yang terpenting inner beauty.

Padahal sebelumnya, Sam sempat memiliki perseteruan dengan bintang film dan presenter Nikita Mirzani yang tentunya mereka berdua sempat disorot publik.

"Veronica Tan wanita keibuan dan cerdas. Kalau Nikita Mirzani jangan karena saya dengar ada suami. Selain itu, saya juga kurang tertarik sama artis," kata Sam Aliano.

Selain mendambakan sosok seperti Veronica Tan, Sam juga memiliki kriteria tambahan untuk calon pendamping hidupnya.

Paling tidak ada empat kriteria menurut dia, yaitu:

1. Pintar.

2. Mudah bersosialisasi dengan masyarakat.

3. Muslimah.

4. Dewasa.

"Usianya jangan terlalu muda, pola pikirnya yang cerdas, dan dewasa. Smart, cantik itu relatif, yang penting inner beauty," ucap Sam Aliano.

Jika dilihat dari keempat syarat seperti disebutkan Sam Aliano tersebut, Veronica Tan tak sesuai dengan syarat nomor 3.

Veronica Tan adalah wanita yang beragama Kristen.

Dalam jumpa pers kemarin, Sam yang juga salah satu pendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengatakan bahwa membuat sayembara merupakan bentuk keseriusannya dalam menjadi Capres Indonesia.

"Untuk melengkapi sunah Rasul dan bukti keseriusan saya sebagai syarat menjadi presiden. Capres mencari ibu negara dan segera dipersunting setelah satu jam dilantik menjadi presiden. Kepada wanita lajang silahkan daftar membawa foto dan biodata diri, " ujar Sam Aliano.

Dalam sayembara ini, sam mengaku sangat serius.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia ini menyatakan akan menggelar pesta pernikahan yang tak biasa.

Dia akan menikahi wanita yang terpilih di Istana Negara dengan mas kawin sebesar 1 kilogram emas dan berlian yang telah dipersiapkan.

"Kita naik kereta kencana dan pesta pernikahan diadakan di Istana Negara setelah satu jam saya dilantik menjadi presiden. Sebesar 1 kilogram emas dan berlian sudah siap sebagai mas kawin kepada wanita terpilih menjadi calon ibu negara ," ungkap Sam Aliano

Sumber: tribunnews.com

Merasa Jargonnya Diambil Untuk Lagu 'Lagi Syantik', Syahrini Sindir Siti Badriah Begini....


Kemunculan gaya out of the box, serta kalimat-kalimat unik dari bibir Syahrini, selalu saja menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Sempat terkenal dengan Jambul Khatulistiwa serta Bulu Mata Anti Badai, Syahrini diketahui kembali mempopulerkan beberapa kata seperti Sesuatu, Manja, Maju Mundur Cantik, hingga Syantik.

Kepopuleran kalimat yang diucapkan oleh Syahrini tak jarang membuat dirinya menyayangkan tingkah laku beberapa rekan seprofesinya. Pasalnya, mereka seperti dengan sengaja menggunakan kalimat tersebut untuk meraih pundi-pundi Rupiah, namun tidak mengakui keberadaan dirinya sebagai seseorang yang mempopulerkan kalimat tersebut dengan nada manja.

"Aku suka miris dan menyayangkan sekali. Kadang-kadang sesama para seniman, artis juga, sering mengikuti bibir lincah ini. Anda Jangan Julid, Manjaaah, Syantik. Tapi kadang-kadang mereka suka tidak mengakui itu dari Syahrini," ungkap Syahrini yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

"Apa sih susahnya, kita kan berteman. Tapi kadang-kadang suka pada munafik kan, dipakai juga mereka mendapatkan uang juga dari aku, mendapatkan keberkahan," sambungnya.
Secara terang-terangan, adik dari Syahrini, Aisyahrani sempat mengucapkan salah satu nama artis wanita yang tak mengakui bahwa lagu yang ia bawakan terinspirasi dari jargon milik sang kakak. Bahkan Syahrini pun mengungkap bahwa pelantun tembang Syantik, juga tidak mengakui keberadaan dirinya.

"Ada Rina Nose buat lagu 'Maju Mundur Maju Mundur', kalau enggak dari Syahrini dari mana. Saya enggak emosi tapi apa sih susahnya," tutur Aisyahrani.

"Lagu Syantik. Itu katanya bukan dari Syahrini, apa susahnya. Makanya Jangan Julid," timpal Syahrini.

Lebih lanjut, Aisyahrani juga menyebut nama Ivan Gunawan, yang juga dianggap tidak permisi ketika menggunakan kalimat Mandja sebagai label pada produk hijabnya.

"Bukan Syantiknya, tapi semua. Kayak Ivan Gunawan saja Mandja, enggak ada masalah, berkah. Maksudnya kenapa sih enggak mau mengakui keberadaannya dia di dunia ini. Manja dipakai sama manja hijab, berkah. Maksudnya kenapa sih enggak mau mengakui keberadaannya dia gitu, padahal kan kita sama-sama seniman," sambung Aisyahrani.

Ibu dari Raja dan Ratu ini mengungkap bahwa permasalahan tersebut bermula dari banyaknya Direct Messages yang datang ke manajemen Syahrini untuk mematenkan jargon milik wanita 35 tahun itu. Namun ia mengaku tak bisa berbuat banyak, lantaran beberapa kalimat selalu digunakan oleh masyarakat saat berbicara sehari-hari.

"Bukan kita jengkel atau enggak. Syahrini kan selalu, 'Sudah enggak usah dipikirin'. Jadi gini, kenapa aku mau ngomong, jadi banyak yang DM ke kita, ke managemen, ke email, kenapa enggak dipatenkan? Sayang bilang, enggak bisa, karena itukan kata-kata sehari-hari. Tapikan gayanya yang dipakai, itu maksudnya. Aku mau jengkel, mau apa, mau apa, enggak boleh," tukasnya.(Okezone.com)

Tak Percuma Habis Jalan Jalan 6 Hari Ke Amerika, Sandi Beri Solusi Cerdas Buat Ibu Yang Ngamuk & Gebrak Meja Di Balaikota


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno angkat bicara soal keributan yang terjadi di meja pengaduan masyarakat di pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/7/2018) kemarin.

Yosi dan beberapa ibu-ibu marah di meja pengaduan warga sampai menggebrak meja lantaran ibu tersebut kesal atas sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dianggap kurang baik.

Dirinya geram karena tidakdapat solusi meski sudah mengadu ke Balai Kota.


 "Ini kita akan evaluasi terus, tapi ini masukan buat kita," ujar Sandiaga Uno kepada wartawan di Wisma Atlet Kemayoran, Rabu (4/7/2018) malam.

Sandiaga Uno menganggap pengaduan ini adalah bentuk masukan yang baik bagi Pemprov DKI.
Untuk itu Sandiaga meminta agar masyarakat lebih sabar dan lebih mengerti.

Pasalnya, sistem ini adalah sebuah sistem yang baru sehingga masih perlu banyak evaluasi kedepan.

"Kita minta masyarakat bersabar ini ujian, dan masyarakat bisa mengerti bahwa ini adalah sistem yang baru dan kita terus dievaluasi," katanya.

Perlu diketahui, berdasarkan pemberitaan Tribunews.com sebelumnya, Yosi ingin mengadukan permasalahannya lantaran anaknya tak bisa mendaftar ke sekolah negeri meski nilainya tinggi.

Sandiaga mengatakan, anaknya dulu sekolah di SMP kawasan Bogor Jawa Barat namun tempat tinggalnya di Jakarta.

Diketahui sebelumnya, Yosi mengaku tak tahu bahwa calon siswa dari sekolah luar daerah harus ikut pra pendaftaran terlebih dahulu.

Para orangtua murid yang anaknya berasal dari sekolah luar Jakarta itu kesal karena tidak mendapatkan informasi pra pendaftaran.(Tribunnews.com via beraninews.com)