BANGKAPOS.COM - Tabligh akbar dalam rangka milad RSIA Zainab ke 12 dan RS Prof Dr Tabrani ke 40 bersama Ustaz Abdul Somad, Lc, MA yang diselenggarakan di Aula RSIA Zainab, Jumat (1/6/2018).
Kegiatan tersebut mendapat ratusan warga, karyawan RSIA Zainab dan RS Prof dr Trabani untuk melihat tausiyah dari Ustadz kondang tersebut. Di sela ceramahnya Abdul Somad sempat mengatakan RSIA Zainab dan RS Tabrani merupakan rumah sakit yang menerapkan sistem syariah, memasukkan tiga unsur, yakni kesehatan, pendidikan dan dakwah.
Ia pun menceritakan beberapa kenangan berobat di dua rumah sakit tersebut, mulai dari pemeriksaan secara medis hingga herbal dan ruqyah syariah.
//
"Saya ingat betul waktu bujangan, sakit setelah melakukan ceramah di luar Kota Pekanbaru. Saat itu seluruh badan saya menggigil dan sendi-sendi terasa ngilu, susah untuk berjalan. Teman menyarankan untuk berobat ke RSIA Zainab, saya pun mengikuti sarannya. Sesampainya di sini, saya langsung diperiksa oleh perawat perempuan dan dokter. Setelah selesai, teman saya bilang, bagaimana, sehat?. Saya jawab, bagus, dari yang tadinya hanya gemetar, sekarang jadi gempa,"canda ulama Indonesia ini, disambut dengan gelak tawa jamaah.
Ia pun berobat ke bagian Thibun Nabawi yang berada di lantai dasar RSIA Zainab.
Di tempat tersebut, Ustadz Abdul Somad diberikan pengobatan bekam oleh para ahlinya.
"Alhamdulillah, cepat sembuh, tanpa harus istirahat total. Saya bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Saya lihat hanya di RSIA Zainab ini yang menggabungkan antara medis, herbal, lewat pengobatan bekam, habattusauda dan madu dan pengobatan mental melalui ruqyah. Dengan ini, RSIA Zainab sudah bisa menjadi rumah sakit syariah Kota Pekanbaru,"ucapnya.
Dilanjutkan, dengan milad RSIA Zainab ke 12 dan RS Prof Dr Tabrani ke 40, bisa jadi evaluasi, muhasabah dan perenungan diri,bahwasanya disamping pengobatan secara medis, mulai dari vitamin, asupan gizi dan lainnya, juga diperlukan pengobatan mental dan spiritual, sehingga para pasien tahu bahwasanya ia bisa kembali sembuh dengan spirit yang bagus,"papar Somad.
Sementara itu Direktur Rumah Sakit Zainab, dr Diana Rab mengatakan, saat ini RSIA Zainab sudah lengkap fasilitas dan pelayanannya, mulai dari medis hingga herbal dan spiritual.
"Fasilitas kita sudah lengkap, kita ada hemodialisa, terapi dan juga Thibun Nabawi, khusus untuk herbal. Serta, kita juga punya sekolah. Dengan demikian, kita memasukkan tiga unsur, yakni kesehatan, pendidikan dan dakwah. Kedepannya kita bakal menjadi rumah sakit syariah pertama di Riau dan menjadi contoh rumah sakit lainnya,"ungkapnya.(
* Gegara Dicuekin, Ingin Batalkan Ceramah dan Pulang
Siapa yang tak mengenal Ustadz Abdul Somad?
Dia adalah penceramah yang populer karena gaya penyampaiannya yang khas dan disukai banyak orang.
Itulah mengapa setiap kali dai kondang asal Riau ini tampil ribuan orang berdatangan.
Begitupun di media sosial, ceramahnya banyak ditonton dan dibagikan.
Namun ada pengalaman saat Ustadz Abdul Somad merasa bukan siapa-siapa ketika berceramah.
Diceritakan UAS, saat itu ia diminta berceramah di sebuah sekolah taman kanak-kanak (TK).
Sebelum mengiyakan UAS mengaku sempat berpikir, bagaimana caranya dia bisa berceramah di sekolah TK.
"Ustadz kok nggak PD (percaya diri) di depan anak-anak, emangnya gak pernah ceramah di depan anak-anak?" demikian Ustad Abdul Somad menirukan permintaan wali sekolah TK tersebut.
"Saya jawab pernah," ujar Somad.
Akhirnya, Somad menerima tawaran tersebut.
"Begitu saya sampai ke sekolah, saya sangka jamaahnya wali murid, ternyata anak TK."
UAS pun sempat ingin membatalkan ceramah dan pulang. Namun ia mengurungkan niatnya.
"Mau pulang, tapi sudah terlanjur masuk," katanya.
Dan kekhawatiaran UAS pun terbukti.
Saat dirinya diperkenalkan tak ada anak-anak yang perduli.
Begitupun saat pakar hadist lulusan Mesir ini berceramah.
"Satupun nggak ada yang peduli. Saya bicara dia (anak TK) ngobrol," kata Somad.
berikut videonya;
Somad akhirnya meminta bantuan guru untuk menenangkan murid-murid TK tersebut.
Dari pengalaman tak menyenangkan itu UAS pun mengaku intropeksi diri.
"Saya sadar saya bukan apa-apa, bukan siapa-siapa di suatu tempat. Di tempat lain mungkin kita hebat, tapi di TK saja saya gini, belum lagi di akhirat," katanya.
Salah satu ceramah lainnya yang tak bisa dilupakan UAS adalah ketika berceramah disebuah masjid lalu tiba-tiba listrik padam.
Panitia pun mencari ganset.
Sialnya, ganset itu tak berfungsi.
Panitia kemuidian mencari listrik portable, sayangnya juga tak bisa digunakan.
UAS pun tetap diminta melanjutkan ceramahnya tanpa pengeras suara.
Merasa rugi jika suaranya tak didengar, UAS pun naik ke mimbar dan menutup ceramah itu dengan doa.
"Rabbana atina fiddunia hasana wa filahirati hasana waqia azaban naar.. Wassalamu alaikum warahatullahi wabaratuh,".
"Itulah ceramah saya yang paling berkesan," kata Somad yang disambut tawa para jamaahnya.
Sumber: bangka.tribunnews.com

EmoticonEmoticon